Article - Alumni Unimal Juga Komentari Aktivis Mahasiswa Ikut PLN ke Medan

04 Mei 2016 | Umum,

Keberangkatan para petinggi mahasiswa ke Medan, Sumatera Utara bersama manajemen PT PLN dengan tema ‘Mahasiswa Ikut Bersama PLN Menerangi Aceh’ beberapa hari lalu tak hanya riuh di media sosial, salah satu alumni Unimal Aceh Utara juga menyesalinya.

"Para mahasiswa yang ikut bersama PLN Aceh itu membuat hati kita tercabik-cabik. Kita menganggap idealis mahasiswa sangat murah dijual kepada PLN. Maka kita memberikan tema baru kepada petinggi mahasiswa itu, “Mahasiswa Ikut Bersama PLN Mengelapkan Aceh". Karena tindakan mereka telah mencoreng nama baik aktivis," ujar Juliadi SIAN, alumni FISIP Unimal melalui siaran pers, Rabu (4/5/2016).

Selain itu, dia juga mengecam mahasiswa yang ikut bersama PLN. Karena hal itu justru permasalahan listrik yang kerap terjadi padam di Aceh belum juga teratasi. "Seharusnya mahasiswa menjadi tempat menaruh harapan rakyat Aceh, mahasiswa memang harus melihat realita sosial, kondisi saat ini adalah sering terjadi pemadaman listrik," ujarnya.

Namun, harapan Rakyat Aceh akan pupus ketika pergerakan mahasiswa telah dibeli oleh PLN dengan harga relatif murah. Bahkan telah merubah makna agen of change yang disandang mahasiswa saat ini.

Dia menilai terlalu cepat keputusan mahasiswa mengikuti kegiatan PLN, karena permasalahan listrik belum teratasi. "Kita sebenarnya tidak mempersoalkan mahasiswa ikut jalan-jalan bersama PLN, tapi setelah persoalan krisis listrik di Aceh selesai. Kalau misi rakyat sudah selesai, silakan jalan-jalan bersama PLN, tapi kalau sekarang kita anggap itu pecundang," ujarnya.

Sementara salah seorang mahasiswa Sayed Fuadi Fajar Ramadhan ketika dikonfirmasi GoAceh.co, Rabu (4/5/2016) sekitar pukul 13.59 WIB, melalui media sosial belum ada balasannya sampai berita ini diturunkan. Sama halnya melalui perwakilan BEM Unsyiah, Hasrizal. 

 

logo